bagusnya indonesia ......

LightBlog

Minggu, 18 Maret 2018

Susahnya Mengajarkan tentang Reproduksi pada Anak Sejak Dini


Mengajarkan tentang reproduksi dan organnya pada anak sejak dini bagi sebagian besar masyarakat masih dianggap tabu pada hal menurut ahli pendidikan usia dini hal ini penting dan berguna untuk memproteksi anak dari ancaman kekerasan seksual.

Kebanyakan orang tua di Indonesia dalam memberikan pemahaman tentang reproduksi kepada anak masih sering disamarkan alias tidak terus terang, beberapa orang tua mengganti nama alat reproduksi dengan sebutan lain yang cenderung bergurau. 

Menurut praktisi pendidikan anak usia dini yang juga pendiri Montessori Haus Asia Rosalynn Tamara seperi dilansir antaranews.com (19/03/18), hal tersebut hanya akan membawa perilaku gurauan pada anak tentang organ reproduksinya seiring ia tumbuh besar.
 
Lebih lanjut Rosalynn Tamara mengatakan bahwa anak umur di bawah tiga tahun perlu mengenali organ reproduksinya dengan nama sebenarnya.

"Harus disampaikan sejak dini nama organnya, penis dan vagina. Kita merasa agak kurang nyaman karena kita tidak terbiasa. Itu hanya sebuah nama, konotasi hanya paradigma kita," kata Rosalynn.

Dengan dikenali alat reproduksi dengan nama sebenarnya anak tidak akan asing dan merasa aneh dengan sebutan tersebut.

Selanjutnya ketika anak sudah berusia di atas tiga tahun orang tua bisa menceritakan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dengan alat reproduksinya.

"Karena apa sih tujuannya mengenal alat reproduksi itu? Pertama agar bisa dia jaga sesuai dengan fungsinya, dan tidak ada satupun yang bisa melewati teritori itu," jelas Rosalynn.

Bagaimana dengan Anda, beranikah mengajarkan tentang reproduksi kepada balita Anda? Di jaman yang demikian modern di bidang arus informasi, tidak ada salahnya Anda perlu memulai untuk kebaikan anak sendiri. Anda tentu tidak berharap anak akan mengenal dengan cara yang tidak benar atau sembunyi-sembunyi yang bisa jadi akan membahayakan bagi si anak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar